SEJENAK aku membayangkan, ketika aku tiba-tiba berada di sebuah
bangsal rumah sakit. Di depan mataku, di atas ranjang, tergolek seorang
bayi mungil yang mengerjap-ngerjapkan matanya. Mata yang indah, tanpa
kesesedihan. Saat itu, sebagai orang tua aku amatlah riang.
Tapi situasinya menjadi berbeda tatkala datang seorang dokter
memasuki bangsal kami lengkap dengan peralatan dan baju dinasnya. Sang
dokter mengirimkankan senyuman. Tak terlalu sinis, memang…, tapi tak
juga bisa dikatakan manis. Sebab setampan atau secantik apapun seorang
dokter, tetaplah ia suka menyuntik orang lain L
Dengan sangat tangkas sang dokter membuka kopernya. Mengeluarkan
jarum, beberapa botol kecil cairan obat, juga selembar kapas. Hanya
dalam hitungan detik, di tangan kanan sang dokter telah siap seperangkat
alat suntik yang akan ditancapkan ke lengan anakku. Ke lengan bocah
mungil yang bahkan belum mengerti arti rasa sakit.
Tak terkatakan perasaanku waktu itu. Aku serasa berdiri di garis
batas antara rela dan tidak rela. Langit-langit bangsal dan udara di
dalamnya menjadi sekaku tugu. Dan aku dibekap oleh sebuah perasaan asing
yang rumpil untuk aku terjemahkan. Membayangkan lengan bocah mungil itu
ditusuk jarum yang runcing. Nyilu tak tertahankan. Bayi kecil itu pasti
akan menangis, mengerang-ngerang, dan aku tak tahu apa yang dia
katakan. Tapi yang jelas, itu bukan isyarat kebahagiaan.
Tapi situasinya benar-benar serba sulit. Tak ada pilihan lain. Sebab
aku sadar, terkadang aku memang harus merelakan sedikit rasa sakit untuk
menghindari rasa sakit yang jauh lebih besar. Ada saat-saat di mana aku
harus tega melihat sesuatu yang aku cintai menangis, menderita,
mengerang, dan juga terluka. Semua itu demi kebahagiaan hidup di masa
yang akan datang.
Begitulah. Kali ini aku pun harus rela melihat jarum suntik menghajar
lengan anakku. Aku harus membangun ruang ketabahan di batinku, dan
bersiap mendengar tangisnya yang menyayat hati. Ya…, jarum suntik
imunisasi tak bisa dielakkan. Demi kesehatannya kelak. Demi membangun
sistem kekebalan tubuhnya agar tak mudah sakit saat dibekap gebalau
cuaca.
***
SITUASINYA juga akan seperti itu di sini. Saya dan dan Anda, juga
semua member JustBeenPaid, suatu saat akan mengalami masa-masa yang
sulit. Masa tanpa pilihan lain selain sedikit berkorban. Pengorbanan
kecil demi JBP kita agar memiliki system imun dan kekebalan tubuh agar
tak mudah sakit, lalu tumbang. Kita musti menahan napas sejenak,
menghimpun tenaga, untuk lari kembali dengan langkah yang lebih kencang.
Yang berbeda hanya pada penyebutan nama untuk pengorbanan. Jika
pengorbanan pada anak-anak kita untuk menanamkan system imun itu bernama
Imunisasi, pengorbanan kita agar JBP memiliki system ketahan tubuh dari
penyakit kebangkrutan bernama Restart Feature [RSF]. Tapi hakikatnya
sama, mengikhlaskan dan menerima sedikit rasa sakit untuk kebaikan di
masa yang akan datang.
Masa pengorbanan itu akan terjadi tatkala keuangan perusahaan sedang
timpang. Sebagaimana perusahaan lain, JBP juga akan bertemu situasi
kejenuhan. Pertumbuhan berjalan tak sesuai dengan prediksi dan harapan.
Neraca keuangan tidak stabil. Beban yang harus dibayarkan oleh
perusahaan tak sebanding dengan laba yang tercatat di pembukuan. Besar
pasak daripada tiang. Lebih besar jumlah yang harus dibayar ketimbang
jumlah penerimaan.
Saat terjadi situasi seperti ini, keuangan perusahaan manapun akan
berada di Titik Membunuh. Neraca keuangan seperti satu bataliyon tentara
perang yang menodongkan ujung pistol di kepala kita. Tinggal menghentak
jari telunjuk. Lalu dor! Dan kita pun mati dengan kepala remuk.
Titik Membunuh inilah yang membuat banyak perusahaan gulung tikar.
Mereka membawa kabur uang nasabah. Mereka minggat menggondol puluhan
bahkan ratusan milyar duit para member. Lalu hilang lenyap bagai
digencet bumi. Dan suatu saat mereka akan muncul lagi dengan nama lain
dan konsep lain. Walau mereka membawa epilog yang sama: Bangkrut!
Lantas, apakah JBP juga akan demikian; JBP akan berhadapan dengan
situasi pelik dan kondisi keuangan berada di Titik Membunuh? Perusahaan
lalu bangkrut? Uang semua member dibawa kabur entah ke mana rimbanya dan
kita hanya bisa menangis sesenggukan?
Untuk tiga pertanyaan itu, hanya ada dua jawaban sederhana: Ya dan Tidak.
Ya. Ada saat-saat di mana situasinya sangat pelik. Ada suatu masa di
mana kondisi keuangan JBP berada di Titik Membunuh. Pendapatan JBP tak
seimbang untuk membayar beban perusahaan dan membayar profit semua
membernya yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.
Tidak. Perusahaan tidak akan bangkrut. Tidak. Kita tidak akan
menangis sesenggukan karena uang kita dibawa minggat oleh Frederick
Mann. Dalam situasi membunuh semacam ini, kita hanya perlu sedikit
berkorban. Rela menahan napas sejenak, bersedia sedikit menurunkan gas,
ikhlas sedikit merasa sakit, dan tetap berdoa yang baik-baik, lalu
tersenyum bahagia. Yah, seperti kisah jarum suntik yang menghajar lengan
seorang bayi dalam prosesi imunisasi. Sakit sesaat, untuk kesehatan di
masa yang akan datang.
Semua akan baik-baik saja. Di JustBeenPaid Titik Membunuh bukan
penutup kisah. Titik Membunuh hanya bagian dari siklus yang menghiasi
perjalanan kita. Semacam tanjakan, atau lubang-lubang kecil. Tapi karena
kita cermat, maka perjalanan kita tetap sampai di tujuan. Titik
Membunuh pernah dan telah beberapa kali menghadang JBP, dan nyatanya
kita masih berjalan normal. Malah kini terasa lebih cepat dari
sebelumnya.
Hem…, lantas apa yang membuat kita bisa berdamai dengan Titik
Membunuh itu? Apakah system imun bernama RSF? Dan eh, ngomong-ngomong
RSF itu apaan yah? Apa keuntungan dan kerugiaan yang dirasakan member
saat terjadi Titik Membunuh?
Benar sekali, obat penawar untuk Titik Membunuh keuangan JBP adalah
Restart Feature [RSF]. Saat pendapatan perusahaan tak sebanding dengan
beban yang harus dibayar, saat Titik Membunuh itu terjadi, perusahaan
akan melakukan Restrat.
Sebagian posisi JSS Tripler milik member JBP akan dikonversi ke dalam
matrik. Sebagian penghasilan harian akan dikonversi ke dalam
penghasilan deposito. Sebagian penghasilan cepat akan dikonversi menjadi
penghasilan lambat. Besarnya, 10-40% posisi aktif JSS Tripler yang
masuk dalam Zona Lingkaran RSF.
Sebelum ditanya arti Zona Lingkaran RSF, buru-buru saya jawab duluan.
Begini, sebelum terjadi Restart, pihak JBP akan memberikan pengumuman
resmi kepada semua member. Pemberitahuan itu berisi informasi kapan
kira-kira RSF terjadi, siapa yang terkena RSF, dan posisi yang dibeli
kapan yang akan dikonversi.
Contoh RSF yang belum lama ini terjadi, yaitu akhir bulan Mei 2012.
Beberapa bulan sebelumnya JBP telah mengirim pemberitahuan bahwa dalam
beberapa pekan ke depan akan terjadi RSF. Posisi yang terkena RSF adalah
posisi yang dibeli sebelum tanggal 7 April 2012, milik member yang
bergabung di JBP sebelum tanggal 1 April 2012.
Nah, posisi yang dibeli sebelum tanggal 7 April 2012 milik member
yang mendaftar JSS sebelum tanggal 1 April 2012 itulah yang saya maksud
sebagai posisi yang masuk dalam Zona Lingkaran RSF. Posisi lainnya, juga
member lainnya, yang tak terperangkap dalam Zona Lingkaran RSF maka
aman-aman saja. Dan, perhitungan besaran prosentase 10-40% yang akan
dikonversi menjadi tabungan deposito [matrik] adalah perhitungan dari
posisi yang masuk dalam warming tersebut. Selainnya? Aman jaya!
Hem, kalau begitu tetap saja member dirugikan dong? Kalau tidak
terjadi RSF, khan seharusnya posisi JSS Tripler itu akan menghasilkan
profit harian sebesar 1.5%-2% hingga hari ke 81. Dengan adanya RSF
berarti mereka harus pensiun dini menghasilkan profit. Eh, bener enggak
pendapat saya?
Iya, pendapat itu benar sekali. Jika tidak terkena Restart, maka
posisi itu akan memberikan profit hingga purnatugas di hari ke 81. Dan
benar juga, sebagai member kita dirugikan. Itu benar. Benar sekali. RSF
telah membuat sebagian posisi kita pensiun dini.
Namun kita mesti kembali kepada kisah imunisasi bayi mungil yang saya
gunakan untuk membuka tulisan ini. RSF, juga imunisasi, adalah sebuah
pilihan terbaik dari dua pilihan buruk. Memilih lengan anak anda ditujah
dengan jarum runcing, saya yakin, tidak akan kita pilih seandainya ada
pilihan lain. Namun ketika pilihannya hanya membiarkan anak kita
disuntik dengan membiarkan anak kita sakit-sakitan hingga dewasa kelak,
maka setiap orangtua yang waras pasti lebih memilih jarum imunisasi.
Begitu pun di sini. Ketika Titik Membunuh itu terjadi, maka pilihan
untuk kita hanya tersedia: Milih sebagian posisi kita pensiun dini, atau
memilih JBP pensiun dini, bangkrut dan SCAM? Saya yakin, orang gila
yang sedang mabuk alkohol dan sedang mengigau pun akan memilih lebih
baik terjadi Restart dan sebagian posisi Tripler pensiun dini ketimbang
perusahaan JBP bangkrut. Apalagi kita member yang warasa, sehat jasmani
dan rohani.
Mengapa demikian? Ya, karena RSF akan membuat kita awet muda. RSF
akan membuat kita memiliki system imun dari penyakit bangkrut. Terlebih,
saat terjadi Restart, setiap member akan diberi cashback dollar.
Terlebih, hanya butuk waktu beberapa hari untuk membuat posisi pulih
kembali. Satu lagi, member-member lama justru menunggu RSF terjadi.
Sebab, itu adalah momen paling baik untuk ngebooooooom posisi.
Hem…, dengan demikian, saya harus tegaskan pada kita semua bahwa RSF
bukanlah hantu yang harus ditakuti. Restart justru adalah obat awet
muda, yang akan membuat Justbeenpaid tetap lincah melangkah. Restart
adalah sepasang sayap yang akan membawa kita terbang jauh ke dunia yang
ajaib. Restart adalah tidur sejenak, untuk menyambut pagi baru yang
menakjubkan.
Restart, di mata saya…, adalah bidadari. Dan saya ingin sekali mengecupnya….
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Response to "RESTART ADALAH OBAT AWET MUDA"
Post a Comment